Sebagaian
besar ulama sepakat bahwa umur Aishah RA saat dinikahkan (bukan kawin
atau hidup sebagai suami istri) dengan Rasulullah SAW adalah 9 tahun.
Bahkan ada yg berpendapat lebih muda yaitu 7 tahun atau kurang. Tapi ada
pula yg membantah dan berpendapat 13-14 atau 15 tahun.
Kontroversi
iko indak sabara dibandingkan kontroversi 2 (duo) nan lain yang sangat
kacau, bahkan bisa mengacaukan integritas kerasulan Nabi Muhammad SAW
bahkan wahyu itu sendiri.
Sabananyo, kontroversi umur Aisha RA ko sangat relatif, terutama kalau dilihat dari timeframe zaman saiki - zaman modern.
Tapi
kalau dicaliak kilas baliak ka zaman Rasulullah yaitu abad ke 7 apalagi
di tanah Jazirah Arab, kawin umur 9 tahun tidak masalah pada saat itu.
Cubo
awak batanyo ka kawan2. Umua bara anak padusi awak mulai
menstruasi/haid atau datang bulan? Anak mbo yg paling gadang dulu kelas 5
SD lah mulai dapek. Artinyo umua 10 labiah (masuak SD umua 5 tahun
labiah) lah dapeknyo. Mungkin ado nan dapek umua 12 -13 tahun. Taroklah
rata-rata anak padusi dapek diumua 14 tahun.
Cubo
bayangkan 100 tahun yg lewat, barakolah umua paliang capek anak padusi
menstruasi? Taroklah masih 10 tahun tapi rata turun 13 tahun. Barakolah
500 tahun yg lewat atau abad 16, mungkin 9 tahun paling capek dan rata2
diateh 12 tahun. Mungkinkah abad ke-7 umua 9 atau kurang lebih yg
paliang capek anak padusi dapek haid?
Belum
lagi faktor perekonomian, dimana semakin susah orang hidup (mencari
makan) semakin cepat orang mandiri. Coba perhatikan bahwa anak2 di desa
(daerah urban/pinggiran) yang apa-apa harus dilakukan sendiri bahkan
ikut mencari nafkah membantu orang tua, anak desa lebih cepat dewasa
dibandingkan anak kota yang kalau perlu apa-apa sudah tersedia atau
tinggal minta. Perhatikan juga bahwa anak jalanan lebih cepat dewasa
daripada anak 'mami'.
Bagaimana dengan
peradaban jazirah Arab pada saat itu. Arab sebelum turunnya wahyu
pertama sama sekali tidak punya peradaban atau civilization dalam arti
hukum, norma, etika dll. Arab punya peradaban setelah Nabi Muhammad SAW
mulai membentuk masyarakat Madinah. Sebelum wahyu turun, tidak ada
hukum, norma atau etika yang diundangkan dan/atau disetujui oleh semua
suku2 bangsa Arab pada saat itu. Semuanya tergantung kepada kepala suku
masing-masing, barbaric kecek urang banu asfar (western or romawi).
Baliak
ka pertanyaan tadi, mungkinkah abad ke-7 di jazirah Arab umua 9 atau
kurang labih ( paliang capek ) anak padusi dapek haid? Tentu mungkin dan
lumrah saja kalau anak umua 9 tahun sudah haid dinikahkan, wallahu
a'lam.
Dari sejarah berdasarkan literatur barat
(banu asfar) mengatakan bahwa Maryam As Siddiqah melahirkan Anak (Isa
AS) ketika berumur sekitar 13 atau 14 tahun.
Bahkan
dalam sejarah masyarakat Kristen, hukum perdata Eropa manganggap bahwa
umua 7 tahun sebagai usia dewasa, tapi hakim di Inggris abad pertengahan
akan menyetujui pernikahan berdasarkan kesepakatan bersama pada usia
bahkan lebih rendah dari 7 tahun. Bahkan di abad ke-19 (200tahun yg
lewat), usia pernikahan 13 sampai 14 sudah biasa dan umum di
negara-negara Barat.
Untuk menyimpulkan,
kontroversi umua pernikahan Aisha RA ini tergantung dari sudut pandang,
kurun waktu dan peradaban. Berapapun umur Aisyah RA saat dinikahkan
kepada Nabi Muhammad SAW tidak menjadi masalah pada saat itu. Fakta
sejarah bahwa bangsa Arab baru punya kalender pada saat ke kalifahan
Umar Bin Khatab RA.
Alhamdulillah, kurang
labiah ambo minta maaf, kok ado nan salah itu karena ambo masih belajar.
Hanya Allah pemilik dan pemelihara yg haq (benar).
Notes:
1. Nabi Muhammad SAW lahir tahun 570M
2. Nabi Muhammad SAW nikah dengan Khadijah RA tahun 595M
3. Wahyu pertama turun tahun 610M
4. Hijrah ke Abissinia (Ethiopia) tahun 614M atau 5 tahun setelah Wahyu pertama)
5. Paman Nabi Abu Thalib dan Khadijah RA wafat tahun 619M atau 10 tahun setelah Wahyu pertama turun
6.
Nabi Muhammad SAW nikah dengan Saudah RA (janda yg bersama suami hijrah
ke Abissinia) sebagai istri ke-2 dan Aishah RA sebagai istri ke-3 di
tahun 621M
7. Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah tahun 622H.
Semoga bermamfa'at, wallahu a'lamu bishshawab.
Wassalam,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.