Rabu, 03 Februari 2016

Kekhususan Kharakteristik Nabi Muhammad SAW

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.


Di hari Senin di bulan Rabi'ul Awal yang mulia ini, dimana Rasulullah SAW dilahirkan, insyaa' Allah kita bahas salah satu bab dalam Sirah Nabi Muhammad SAW yaitu Kekhususan Karakteristik Nabi Muhammad SAW.

Pembahasan ini biasanya dilakukan sebelum pembahasan topik sirah, mengapa mempelajari sirah dan apa itu sirah Nabi Muhammad SAW. Insya Allah kita akan mulai membahas tentang beberapa karakteristik khusus atau spesifik Nabi Muhammad SAW. Beberapa diantaranya yakni yang disebut 'Syamaa'il' ( شمائل = kemulian atau keutamaan), beberapa karakteristik yang unik dan spesifik yang Allah SWT berikan kepada Nabi SAW yang mulia. 

Mudah-mudahan dengan pembahasan mengenai karakteristik yang khas, unik dan spesifik (utama) dari Nabi Muhammad SAW yang mulia ini, kita semakin memahami pribadi beliau dan semakin mencintai beliau, dengan demikian kita akan lebih termotivasi untuk belajar tentang peristiwa-peristiwa apapun yang terjadi dalam atau berhubungan dengan kehidupan Nabi Muhammad SAW.

Darimana kita mulai membahas sosok yang Allah sendiri telah menempatkan beliau di atas semua makhluk ciptaan-Nya? Bagaimana kita bisa berlaku adil (fair) kepada beliau ketika Allah sendiri mengatakan 'Warafa'naa laka dzikrak'; dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu. Para ulama mengatakan bahwa Allah telah meninggikan sebutan (nama) beliau setiap kali ismu (Nama) Allah disebut. Kita dapat melihat hal ini dalam Syahadat, dalam Adzan, dalam Al Qur'an, dan di Khutbah ketika kita memuji Allah kita juga mengirimkan salam kepada Nabi Muhammad SAW. Ketika Allah sendiri menyebut Nabi Muhammad SAW sebagai 'rahmatan lil'aalaminn'; rahmat bagi alam semesta. Artinya Nabi SAW adalah perwujudan dari rahmah. Allah telah mengutus Nabi SAW; melalui Nabi SAW diberikan rahmah dan Nabi SAW sendiri adalah rahmah. Nabi SAW adalah saluran rahmah itu. Diutusnya Nabi SAW, diturunkannya wahyu, diturunkannya agama Islam, bertaqwa dan beramal atas ajaran Islam adalah rahmah. Jadi bagaimana kita bisa berlaku adil (fair) menilai beliau ketika Allah telah memuliakan Nabi Muhammad SAW begitu tinggi?

Jadi, marilah kita mulai dengan nama-nama yang Allah sendiri telah berikan kepada Nabi SAW. Ada juga nama-nama yang diberikan oleh ulama terdahulu maupun belakangan. Salah satu ulama Sirah telah mengumpulkan lebih dari 250 nama-nama Nabi SAW. Tapi kita hanya akan membahas nama-nama yang Allah berikan, karena nama-nama yang berasal dari Allah adalah nama-nama utama dengan makna yang sangat dalam. Dalam beberapa hadits, Nabi SAW mengatakan bahwa sesungguhnya Nabi SAW memiliki sejumlah nama: Muhammad, Ahmad, Al-Mahi (Allah menghapus kekufuran denganku), Al-Hasyir (orang-orang akan dibangkitkan mengikuti jejak atau setelah saya), Al-'Aqib (tidak ada Nabi setelahku), Nabiyyur Rahmah, Nabiyyut Taubah, Muqaffa (yang datang setelah/diakhir rantai yang panjang), Nabiyyul Malhamah.

Al-Qur'an menyebutkan banyak nama Nabi SAW dalam kata sifat tetapi hanya dua dalam kata benda, hanya dua nama yang disebutkan; Muhammad dan Ahmad. Muhammad disebutkan 4 kali sementara Ahmad cuma disebut sekali yaitu ketika Nabi Isa AS memberi khabar gembira kepada bani Israil tentang kedatangan Nabi Muhammad SAW; "dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)". Kedua nama berasal dari akar kata  'Hamada' yaitu 'untuk memuji' - tapi tidak semua jenis pujian. Kata 'hamd' berarti memuji tapi bukan karena membalas seuatu yang diberikan kepada kita - memuji karena menerima sesuatu pemberian disebut Syukr. Hamd lebih tinggi dari Syukr, hamd adalah pujian yang diberikan karena karakteristik yang melekat pada objek yang kita puji. Dia layak untuk dipuji karena siapa dia; objek terpuji. Nabi SAW mempunyai dua nama tersebut; Muhammad dan Ahmad, dua-duanya berasal dari kata 'hamd (pujian)'. Mengapa? Karena Allah telah memujinya, Malaikat, para Nabi dan setiap orang di bumi telah memujinya. Setiap ummat manusia (terutama Muslim) memujinya setiap saat baik secara langsung maupun tidak langsung karena kemuliaan dan kesempurnaan karakteristik Nabi SAW. Jadi meskipun mereka menolaknya secara lisan, mereka mengakui kelembutannya, mereka harus memuji kualitas dalam diri Nabi SAW. Oleh karena itu, Nabi dipuji di langit dan di bumi, di masa sekarang ini dan masa sebelumnya. Tak seorangpun akan selalu dipuji atau dipuji sebanyak seperti Nabi SAW. Ratusan juta Muslim di bumi setiap saat akan memujinya, ketika berdoa, ketika berkhutbah, mereka memuji Nabi SAW.

Pujian tertinggi diberikan oleh Allah SWT dan pujian dari manusia akan diberikan pada hari kiamat nanti. Pada hari itu, semua kafir akan menyadari kebenaran Islam. Muslim dan Non-Muslim tahu hanya Islam yang benar. Ketika itu terjadi, mereka semua akan pergi kepada Adam AS, dan memintanya untuk memohon pada Allah agar mereka diberi ampunan. Adam AS menolak dan mengatakan "Saya telah melakukan dosa besar yang seharus tidak saya lakukan. Saya tidak berhak untuk bertanya kepada Allah dan saya khawatir tentang diriku sendiri. Uruslah diri sendiri, uruslah diri sendiri, pergilah ke Nabi yang lain." Kemudian ummat manusia berbondong-bondong pergi kepada Nabi Nuh AS, tapi Nabi Nuh AS  mengatakan "Saya memohon pada Allah untuk menyelamatkan anak saya dan Allah melarang  saya untuk melakukannya. Uruslah diri sendiri, uruslah diri sendiri, pergilah ke Ibrahim AS." Ibrahim AS juga menolak dan mengatakan "Saya telah membuat 3 kebohongan besar, dan saya khawatir tentang kebohongan ini. Kebohongan pertama adalah 'Patung besar melakukannya' (meskipun itu Dakwah dan secara teknis tidak bohong). Kedua, dia mengatakan 'Aku sakit' ketika orang pergi keluar dari kota karena dia ingin menghancurkan berhala. Ketiga, 'Sarah adalah adikku' (meskipun itu untuk menyelamatkan nyawa mereka dari Raja yang zalim). Aku terlalu takut, pergilah ke Musa AS." Musa AS juga menolak, "Aku membunuh seseorang dalam kemarahan, aku khawatir diriku sendiri, pergilah kepada orang lain." Mereka pergi ke Isa AS. Isa AS juga menolak dan mengatakan dia tidak layak. Akhirnya semua ummat manusia akan pergi kepada Nabi Muhammad SAW.

Kemudian ummat manusia meminta Nabi SAW untuk menjadi atau sebagai perwakilan menghadap Allah, untuk memohon bagi seluruh ummat manusia, untuk memulai hari pembalasan (yaumul hisab) karena mereka telah menunggu lama. Yaumul Qiyamah sendiri adalah 50,000 tahun, itu merupakan hukuman tersendiri, sehingga orang-orang kafir tidak sabar dan berkata "Apapun yang datang, biarkan datang, mari selesaikan hari ini. Mari kita lanjutkan, beban kita terlalu banyak." Maka Nabi SAW akan mengatakan "Ini tanggung jawab saya." Nabi SAW menghadap Allah, dan seluruh ummat manusia memujinya. Kemudian Nabi SAW diberikan maqam (level) terpuji yang disebut 'Al Maqam Al Mahmud'. Artinya peringkat yang 'Mahmud', yaitu peringkat yang dipuji oleh semua orang. Setiap makhluk yang ada akan memuji beliau pada saat itu. Siapa yang lebih berhak dikasih peringkat ini selain Muhammad dan Ahmad?

Apa perbedaan antara nama-nama ini (Muhammad dan Ahmad)? Para ulama menyebutkan bahwa Muhammad berarti dia terus-menerus diberikan pujian; secara kuantitas pujian yang diberikan kepadanya sepanjang waktu. Muhammad adalah untuk kuantitas dan kontinuitas. Ahmad berarti dia diberi pujian dengan kualitas tertinggi. Muhammad untuk kuantitas dan Ahmad untuk kualitas. Pujian disini adalah untuk manusia dan tentu saja sangat berbeda dengan pujian yang kita panjatkan kepada Allah.

Mengapa Musa AS memprediksi Rasulullah dengan nama Muhammad sementara Isa AS dengan nama Ahmad? Hikmah di balik ini adalah bahwa ummat terbesar setelah ummat Nabi SAW adalah orang-orang Yahudi - Ummat Nabi Musa AS. Itu karena orang-orang Kristen mengambil jalan yang berbeda setelah Paus. Orang-orang Kristen asli yang percaya kepada Isa AS sebagai Nabi saja jumlahnya kecil. Agama Kristen punah sangat cepat. Sebagaimana kita tahu bahwa Constantine dan kawan-kawannya telah mengganti kepercayaan Kristen menjadi Trinitas yang mana Isa AS tidak pernah mengajarkan. Jadi ummat Nabi Musa AS adalah ummat terbesar setelah ummat Nabi SAW. Jadi mereka diberi 'kuantitas', sehingga nama yang mereka gunakan adalah reprentasi keadaan mereka. Adapun Isa AS, para pengikutnya sedikit, tetapi mereka bagus dalam kualitas. Mereka yang mengikuti Isa AS (orang-orang Kristen yang asli - pengikut Nabi Isa AS sejati) diadili - disiksa, diletakkan di depan singa dan digaruk daging mereka dengan sisir besi. Tapi mereka benar-benar setia dan tetap bertaqwa. Jadi mereka diberi 'kualitas', sehingga nama yang mereka gunakan adalah 'Ahmad' karena mereka adalah orang-orang yang berkualitas.

Nama yang diberikan kepada Nabi SAW adalah Al Mahi. Arti kata 'Al-Mahi'  Nabi SAW sendiri yang menjelaskan. 'Maha' berarti untuk menghapus. Pada dasarnya, melalui Muhammad SAW, Allah akan menghapus kekufuran; dan ini terbukti karena dizaman Nabi SAW semenanjung Arab sudah dibawah kedaulatan Islam. Selama 20-30 tahun, banyak orang kafir semenjung Arab yang masuk Islam. Selama 60-70 tahun, Islam mencapai perbatasan Cina dan Andalusia dan tetap sampai sekarang ini. Jadi Allah SWT menugaskan Nabi SAW untuk menghapus kuffar - dan jika kita lihat peta sejarah penyebaran Islam, seolah-olah kuffur sedang dihapus dari permukaan bumi.

Berikutnya adalah 'Al Hasyir', ummat manusia akan dibangkitkan di bawah kaki saya (qadami = secara harfiah artinya adalah 'tepat setelah saya'). Jadi Nabi SAW adalah sinyal dari hari kiamat. Kedatangan Nabi SAW adalah tanda pertama hari kiamat. Interpretasi lain adalah bahwa Nabi SAW adalah orang pertama yang akan dibangkitkan, dan orang lain akan dibangkitkan setelah beliau. Urutan kebangkitan juga merupakan berkah dari Allah SWT; tidak ada pertanyaan bahwa para Nabi akan dibangkitkan pertama, kemudian Salihun, Shuhada dan terakhir ummat manusia. Jadi, bahkan ada urutan kebangkitan dan urutan kesadaran (mengerti) apa yang terjadi karena Allah menyebutkan bahwa ketika mereka sedang dibangkitkan, sambil membersihkan debu mereka bertanya "Apa yang terjadi pada kita? Siapa yang membawa kita dari tempat-tempat peristirahatan kita?" Orang-orang akan bingung. Orang pertama yang dibangkitkan dan mengerti/sadar adalah Nabi SAW. Jadi beliau adalah salah satu yang menandakan 'Hasyir' (dengan kedatangan Nabi SAW menandakan hari pembalasan/hisab).

Berikutnya nama Nabi SAW adalah Al-'Aqib, tidak ada Nabi setelah Nabi SAW. Ini berarti 'penerus'. Ini berarti 'orang yang datang diakhir'.

Kemudian Nabiyyur rahmah dan Nabiyyut Taubah. Nabiyyur rahmah berarti 'Nabi pembawa rahmah' sedangkan Nabiyyut taubah berarti 'Nabi pembawa tobat'. Dengan mempercayai Nabi SAW, dengan mengikuti ajaran Nabi SAW, orang ummat Islam mendapat ampunan dari Allah SWT.

Berikut Al Muqaffa, salah satu yang datang di akhir, yang membuat para Nabi lainnya lengkap. Yaitu yang membuat risalah dari para Nabi sebelumnya menjadi lengkap.

Sementara Al Khataman Nabiyyiin menurut tafsir Jalalain adalah bahwa Rasulullah adalah penutup nabi-nabi, artinya tidak akan lahir lagi nabi sesudahnya. Dan menurut suatu qiraat dibaca Khataman Nabiyyiina, sama dengan alat untuk mencap atau cincin, yang maksudnya sesudah beliau para nabi dilak atau ditutup. Tidak akan ada nabi lagi sesudah Nabi Muhammad SAW. Seumpama Nabi Isa AS turun nanti, maka ia akan memerintah dengan memakai syariat Nabi Muhammad SAW.

Khataman Nabiyyiin adalah kekhususan yang Allah SWT berikan kepada Nabi Muhammad SAW. Kekhususan yang hanya diberikan kepada Nabi SAW para ulama menyebutkan sekitar 50-an. Insyaa' Allah akan kita bahas beberapa diantaranya.

Kekhususan lainnya adalah Nabi Muhammad SAW satu-satunya Nabi yang dikirim untuk semua ummat manusia dan bahkan satu-satunya Nabi untuk bangsa Jin. Sebelumnya, Nabi selalu dikirim ke bangsa tertentu. Adam AS adalah seorang Nabi yang dikirim hanya untuk anak-anaknya karena pada saat itu hanya anak-anaknya berada di sana. Adam AS dan Nuh AS berdua adalah pengecualian yang secara kebetulan terjadi pada awal sejarah ummat manusia, bahwa Adam AS adalah manusia pertama dalam sejarah sedangkan zaman Nuh AS hanya ada satu kota; satu bangsa atau satu kelompok. Jadi Nuh AS dan Adam AS tidak dimaksudkan untuk dikirim ke semua bangsa (ummat manusia). Nabi SAW tidak hanya dikirim kepada dua kota (Makkah dan Madinah), tetapi untuk seluruh ummat manusia dan bahkan Jin. Pada persitiwa 'Malam Jin,' Nabi SAW memenuhi permintaan bangsa Jin untuk mengajarkan mereka tentang Islam.

Kehususan berikut adalah bahwa Ummat Nabi Muhammad SAW adalah penghuni surga yang paling banyak (mayoritas) dibandingkan ummat para Nabi lainnya. Disebutkan dalam hadits bahwa Allah menunjukkan (Nabi SAW) semua ummat dan beliau melihat sekumpulan manusia yang sangat banyak sejauh mata memandang. Nabi SAW bertanya "mungkin ini adalah ummatku?" Beliau diberitahu bahwa itu bukan ummat Nabi SAW tetapi ummat Musa AS. Kemudian beliau melihat sekumpulan manusia yang lebih besar dari itu, yang memenuhi cakrawala. Nabi SAW diberitahu bahwa inilah Ummat beliau. Dalam hadits lain dikatakan kepada para sahabat "Maukah kalian (ummat Nabi Muhammad SAW) menjadi 1/4 dari penduduk Surga?" Mereka menjawab "Allahu Akbar!" Kemudian beliau berkata "Maukah kalian menjadi 1/3 dari penduduk Surga?" Mereka menjawab "Allahu Akbar!" Nabi SAW kemudian berkata "Demi Dzat yang jiwaku berada di tanganNYA, sesungguhnya aku mengharapkan agar kalian menjadi 1/2 dari penghuni Surga." Di hadits lainnya Nabi SAW menyebutkan bahwa pada hari kiamat jumlah kalian (ummat Nabi Muhammad SAW) adalah sebanyak 2/3 bagian (80 baris per 120 baris) penduduk Surga. 

Nabi SAW berbicara tentang hal ini dimana saat itu hanya baru ada 1 (satu) kota Yatrib (Madinah) yang dihuni oleh Ummat Nabi Muhammad SAW, yangmana hanya ada sekitar 1500 Muslim, mungkin 2-3 jutaan orang Kristen (penganut Trinitas) dan 100 ribuan orang Yahudi (di semenanjung Arabia). Ketika Nabi Muhammad SAW mengatakan hal itu, itu dianggap sebagai sebuah keajaiban - mukjizat.

Catatan pinggir bahwa bagaimana Ummat Islam akan menjadi mayoritas penduduk surga kalau bukan berasal dari ummat Islam yang mayoritas di dunia. Tidak mungkin ummat Muslim yang minoritas yang hanya sedikit di dunia akan menjadi mayoritas di surga nanti. Ini maksudnya ummat Islam harus berjamaah bersatu membentuk mayoritas sehingga menjadi mainstream (yang mayoritas) juga di surga kelak.

Kekhususan berikut diberikan kepada Nabi Muhammad SAW dan ummat beliau (kita sebagai Ummat Islam) bisa mengambil mamfaat darinya. 

Allah telah memberkati Nabi SAW dengan Surga tertinggi. Surga seperti piramida, semakin tinggi semakin sedikit penghuninya, tapi tidak bakal ada yang berdesakan (tidak kebagian tempat) di Surga. Akan ada suatu tingkat yang mana hanya diperuntukan untuk satu orang; puncak Al-Firdaus, segera di bawah takhta Allah, disebut Al-Wasilah. Ini adalah tingkat Surga paling tinggi dan Allah telah memilih dan memperuntukan kepada  hanya satu saja dari hamba-Nya, dan Nabi SAW mengatakan dengan kerendahan hati, "saya berdoa bahwa tempat itu untuk saya." Itulah sebabnya setelah setiap Adzan kita katakan dan berdo'a "aati Muhammadanil wasilata wal fadhilah" yang artinya "Berikanlah wasilah (perantara) dan fadhillah (keutamaan) kepada Muhammad". Semua ummat manusia akan mengirim Salam dan memuji beliau meskipun mereka mengejek atau mengutuk beliau di dunia ini, pada hari kiamat mereka akan mengirimkan salawat bagi Nabi Muhammad SAW.

Catatan pinggir bahwa do'a dan shalawat yang kita panjatkan kepada Allah SWT akan senantiasa menempatkan Nabi Muhammad SAW sebagai makhluk (bukan sebagai Khalik/Tuhan sebagaimana ummat Kristen menempatkan Nabi Isa AS). Jadi kekhawatiran sebagian ummat yang melarang memuji Nabi SAW takut bisa menuhan beliau tidak beralasan selagi kita senantiasa bershalawat buat beliau. Mana ada makhluk yang masih butuh kepada Allah akan menjadi Tuhan?

Catatan pinggir bahwa puncak surga Al Firdaus hanya untuk satu orang yaitu Rasulullah SAW. Tetapi dalam sebuah hadits (HR Shahih Bukhari No. 3412, Shahih Muslim No. 4774, dan lain-lain) Nabi SAW mengatakan bahwa "Kamu akan bersama orang yang kamu cintai". Anas RA berkata; Kami belum pernah bergembira atas sesuatu seperti gembiranya kami dengan sabda Nabi SAW, yaitu: Kamu akan bersama orang yang kamu cintai. Selanjutnya Anas berkata; "Maka aku mencintai Nabi SAW, Abu Bakr, 'Umar dan aku berharap dapat berkumpul bersama mereka disebabkan kecintaanku kepada mereka sekalipun aku tidak memiliki amal seperti amal mereka".


Kekhususan Nabi Muhammad SAW di yaumil akhir/kiamat nanti yaitu sebagai Said An Nas (Pemimpin Ummat Manusia). 

Rasulullah SAW berkata: Aku adalah penghulu (pemimpin) seluruh manusia pada Hari Kiamat, tahukah kalian kenapa demikian? Allah mengumpulkan seluruh manusia yang terdahulu sampai yang akan datang pada satu dataran tanah, sehingga penyeru dapat memperdengarkan (suaranya) kepada mereka semuanya, dan pandangan dapat melihat mereka, serta matahari mendekat mereka. Lalu manusia mengalami kesedihan dan kengerian pada batas yang mereka tidak mampu dan sabar menanggungnya. 

Ketika itu mereka memandang penting masalah syafaat. Mereka diberi ilham untuk menanyakan hal itu. Mereka berkata, 'Sekiranya saja kita dapat memohon syafaat kepada Tuhan, agar Dia mengizinkan kita beristirahat dari keadaan kita ini. Lalu sebagian mereka berkata kepada sebagian yang lain, 'Apakah kalian tidak memiliki pendapat tentang keadaan yang kalian hadapi dan yang menimpa kalian ini?! ' Tidakkah kalian memiliki pendapat, siapa yang dapat memberikan syafa'at untuk kalian kepada Rabb kalian? Sebagian lainnya menyatakan (kepada sebagian yang lain), 'Datanglah kepada bapak kalian Adam'. 

Lalu mereka mendatanginya dan berkata, 'Wahai Adam! Engkau adalah bapaknya seluruh manusia, Allah menciptakanmu dengan tangan-Nya dan meniupkan dari ruh-Nya kepadamu, serta memerintahkan para malaikat lalu mereka sujud padamu dan Allah juga menempatkanmu di surga, tidakkah engkau (bisa) memintakan syafaat untuk kami kepada Rabbmu? Tidakkah engkau telah melihat keadaan kami dan yang menimpa kami? ' 

Lalu Adam AS menjawab, 'Sungguh, pada suatu hari Rabbku telah marah dengan kemarahan yang mana Dia belum pernah marah sebelumnya seperti itu, dan tidak juga marah setelahnya seperti itu. Allah melarangku dari suatu pohon, namun aku melanggarnya. Diriku sendiri butuh syafa'at, silahkan pergi menemui selainku, pergilah menemui Nuh.' 

Lalu mereka menemui Nuh AS seraya berkata, 'Wahai Nuh! Engkau adalah rasul pertama dari penduduk bumi, dan Allah telah menamakanmu hamba yang bersyukur. Tidakkah engkau dapat memintakan syafaat untuk kami kepada Rabbmu? Tidakkah engkau telah melihat keadaan kami dan yang menimpa kami? ' 

Lalu Nuh AS menjawab, 'Sungguh, di suatu hari Rabbku telah marah dengan kemarahan yang mana Dia belum pernah marah seperti itu dan tidak juga marah setelahnya seperti itu. Sungguh, dahulu aku memiliki satu doa yang aku gunakan untuk menghancurkan kaumku. Diriku sendiri butuh syafaat, pergilah menemui selainku! Pergilah menemui Ibrahim! ' 

Lalu mereka menemui Ibrahim AS seraya berkata, 'Wahai Ibrahim! Engkau adalah nabi Allah dan khalil-Nya dari penduduk bumi, mintakanlah syafaat untuk kami kepada Rabbmu? Tidakkah engkau telah melihat keadaan kami? ' 

Lalu Ibrahim AS menjawab, 'Sungguh, di suatu hari Rabbku telah marah dengan kemarahan yang mana Dia belum pernah marah sebelumnya seperti itu dan tidak juga marah setelahnya seperti itu. Aku dahulu pernah berdusta dengan tiga kedustaan -lalu beliau sebutkan hal tersebut-, diriku sendiri butuh syafaat. Pergilah menemui selainku, pergilah menemui Musa! ' 

Lalu mereka menemui Musa  AS seraya berkata, 'Wahai Musa! Engkau Rasulullah, Allah muliakan engkau atas manusia dengan kerasulan dan kalam Allah, mintakanlah syafa'at untuk kami kepada Rabbmu? Tidakkah engkau telah melihat keadaan kami? ' 

Lalu Musa AS menjawab, 'Sungguh, di suatu hari Rabbku telah marah dengan kemarahan yang mana Dia belum pernah marah sebelumnya seperti itu dan tidak juga marah setelahnya seperti itu. Aku pernah membunuh jiwa yang mana aku tidak diperintahkan untuk membunuhnya, maka diriku sendiri butuh syafaat, maka pergilah menemui selainku, pergilah menemui Isa! ' 

Lalu mereka menemui Isa' AS seraya berkata, 'Wahai Isa! Engkau adalah Rasulullah dan kalimat-Nya dan ruh dari-Nya yang diberikan kepada Maryam, dan engkau telah berbicara pada manusia dalam keadaan bayi. Maka mintakanlah syafaat untuk kami kepada Rabbmu? Tidakkah engkau telah melihat keadaan kami? ' 

Lalu Isa' AS menjawab, 'Sungguh, di suatu hari Rabbku telah marah dengan kemarahan yang mana Dia belum pernah marah sebelumnya seperti itu dan tidak juga marah setelahnya seperti itu -dan beliau tidak menyebut satu dosa pun-, diriku sendiri lebih butuh syafaat, maka pergilah menemui selainku, pergilah menemui Muhammad! ' 

Lalu mereka menemuiku seraya berkata, 'Wahai Muhammad! Engkau adalah Rasulullah dan penutup para nabi, Allah telah mengampuni semua dosamu baik yang telah lalu atau yang akan datang, mintakanlah syafaat untuk kami kepada Rabbmu? Tidakkah engkau telah melihat keadaan kami dan yang menimpa kami? ' 

Lalu aku pergi dan datang di bawah al-'Arsy, lalu aku bersujud kepada Rabbku kemudian Allah memberiku karunia berupa sanjungan dan pujian-pujian baik yang tidak diberikan kepada seorang pun sebelumku. Kemudian diseru, 'Wahai Muhammad! Bangunlah, mintalah pasti diberi, dan mintalah syafaat pasti dikabulkan syafaatnya.' 

Lalu aku bangkit dan berkata, 'Umatku wahai Rabbku! Umatku Wahai Rabbku! ' Lalu dijawab, 'Wahai Muhammad! Masukkanlah dari umatmu orang yang tidak dihisab atasnya dari pintu al-Aiman (paling kanan) dari pintu-pintu surga.' Dan mereka berserikat dengan manusia pada selain pintu itu. 

Kemudian Rasulullah SAW bersabda: Demi Dzat yang jiwaku ada ditangan-Nya! Sungguh jarak antara dua pintu (yang ada daun pintunya) dari pintu-pintu surga seperti antara Makkah dengan Hajar, atau seperti antara Makkah dengan Bashra. HR Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Tirmidzi dan Musnad Ahmad.

Catatan pinggir bahwa setiap para Nabi diberikan satu kesempatan untuk berdo'a yang mustajab. Para Nabi dan Rasul yang terdahulu telah menggunakannya, kecuali Nabi Muhammad SAW (HR Shahih Muslim dll). Hal ini terjadi ketika Nabi SAW membaca do'a-do'a para Nabi dan Rasul sebelumnya (QS 5:116-118), kemudian beliau SAW menangis sampai Allah mengutus Jibril dan bertanya apa yang terjadi. 

Rasulullah SAW berkata atau bertanya kepada Jibril: "Siapa yang memperhatikan umatku setelah wafatku ?", maka Allah mewahyukan kepada Jibril untuk memberikan khabar gembira bahwa AKU (Allah) tidak akan melalaikan umatnya, dan berikan khabar padanya bahwa ia (Nabi) adalah manusia pertama (paling cepat) keluarnya dari kubur ketika hari kebangkitan, dan pemimpin mereka di hari perhimpunan, dan sesungguhnya syurga haram atas umat-umat lainnya sebelum umat Nabi memasukinya terlebih dahulu", maka Nabi berkata, "Sekarang aku sudah tenang". 

Nabi SAW sangat peduli kepada ummatnya, bahkan Allah SWT sendiri mengatakan di dalam surat A Taubah ayat 128: "Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin."

Sampai2 sebelum wafatnya beliau SAW masih sempat menyebut "ummatii, ummatii, ummatii".

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ

Cukup sekian semoga bermamfaat. Kalau ada yang salah, itu semua berasal dari saya yang tidak luput dari salah. Semua kebenaran hanya milik Allah semata.

Wallahu a'lamu bishshawab.


--

Wassalam,

Aba Abdirrahim

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.