Assalamu 'alaikum waramatullahi wabarakatuhu
Membicarakan silsilah Rasulullah Muhammad SAW artinya sama dengan membicarakan keturunan ummat manusia dari Nabi Adam AS sampai dengan Nabi Muhammad SAW.
Beberapa literatur atau sumber rujukan digunakan baik dari luar Islam maupun dari dalam Islam sendiri. Sumber luar Islam diantaranya adalah Perjanjian Lama atau Torah atau Taurat, Perjanjian Baru atau Bible atau Injil dan Cerita Rakyat bangsa Arab yg diceritakan turun temurun dari generasi ke generasi.
Sedangkan sumber dari dalam Islam sendiri tentunya Al Qur'an, Al Hadits dan beberapa buku Riwayat Nabi Muhammad SAW yg ditulis oleh para ahli nasab/silsilah Nabi Muhammad SAW.
Para ahli membagi nasab/silsilah Nabi Muhammad SAW dalam 3 kategori, fase atau kurun waktu. Fase-1 dari Nabi Adam AS sampai dengan Nabi Ismail AS,
Fase-2 dari Nabi Ismail AS sampai dengan Adnan dan terakhir
Fase-3 dari Adnan sampai dengan Nabi Muhammad SAW.
Fase-1, Keturunan Adam AS s/d Ismail AS:
Sayangnya ummat Islam tidak punya literarur kapan Nabi Adam AS diciptakan dan mulai kapan mendiami bumi ini selain apa-apa yang disebutkan Allah dalam Al Qur'an. Diantaranya adalah bahwa Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia. Ketika Allah menciptakan Adam, Hawa juga dicipta dari tulang rusuknya yang pendek. Kemudian Allah mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka. Termasuk semua Nabi dan/atau Rasul, kita ummat Manusia yang beragam bahasa dan ras baik yang telah tiada, sekarang maupun yang akan datang, semuanya sama yaitu anak-anak keturunan Nabi Adam AS.
Sementara untuk Fase-1 ini berdasarkan Taurat atau Torah atau Old Testament bahwa Nabi Adam AS diciptakan kurang lebih enam ribu tahun Sebelum Masehi (SM) dan kurang lebih 20 generasi dari Nabi Adam AS sampai dengan Nabi Ismail AS.
Beberapa nama Nabi dan Rasul disebutkan Allah dalam beberapa ayat dan surat Al Qur'an, bahkan ada yang berulang-ulang disebutkan. Diantara nama Nabi dan Rasul Fase-1 ini yaitu Adam AS, Idris AS, Nuh AS, Huud AS, Shalih AS, Ibrahim AS, Luth AS dan Ismail AS.
Allah menyebutkan dalam Al Qur'an di akhir ayat 38 surat Al Furqan bahwa "dan kurun-kurun (waktu) antara demikian (kaum 'Aad dan Tsamud) sangat banyak (katsir)". Kalau Allah menyebutkan sangat banyak (tidak terhitung) generasi antara kaum 'Aad (ummat Nabi Huud AS) dengan kaum Tsamud (ummat Nabi Shalih AS) maka tidak hanya 20 generasi tetapi jauh lebih banyak dari itu. Dalam sebuah hadits bahwa Rasulullah SAW menyebutkan jumlah Nabi seratus duapuluh empat ribu sementara jumlah Rasul berjumlah tigaratus limabelas, sangat banyak.
Informasi selain dari sumber Islam (Al Qur'an dan Hadits) yang digunakan di Fase-1 ini seperti nama dan kurun waktu yg diperoleh dari Torah atau Perjanjian Lama, para ahli nasab/silsilah Rasulullah SAW sepakat bahwa ummat Islam tidak bisa menggunakan Torah atau Perjanjian Lama karena bukan Taurat asli - sudah dirubah oleh bangsa Yahudi, meragukan kesyahihannya.
Fase-2, Keturunan Nabi Ismail AS s/d Adnan:
Fase-2 ini lebih susah, baik literatur Yahudi maupun Nasrani yaitu Torah - Perjanjian Lama maupun Bible - Perjanjian Baru sama sekali tidak memberikan penjelasan apapun kecuali satu nama anak Nabi Ismail AS adalah Qedar, Khaidar atau Haidar. Yahudi dan Nasrani sama sekali tidak tertarik dengan Silsilah Nabi Ismail AS karena semua Nabi bangsa Yahudi dan Nasrani dari Nabi Ishaq AS sampai dengan Nabi Isa AS.
Nama-nama, jumlah generasi dan kurun waktu dalam Fase-2 ini lebih banyak menggunakan sumber dari cerita bangsa Arab sendiri. Sebagaimana kita ketahui bahwa bangsa Arab tidak punya literatur sebelum kedatangan Nabi Muhammad SAW. Bangsa Arab menceritakan secara turun temurun dari generasi ke generasi.
Dari ibnu Abbas RA. berkata : Rasulullah SAW, Apabila menceritakan nasabnya, tidaklah melebihi dalam menceritakan nasabnya dari Ma'ad bin Adnan bin Udad, kemudian beliau berhenti dan bersabda "Dustalah orang - orang yang membuat - buat nasab" (HR. Ibnu Sa'ad dan Ibnu Asakir).
Fase-3, Keturunan Adnan s/ d Muhammad SAW:
Alhamdulillah, untuk Fase-3 ini para ahli nasab/silsilah Rasulullah SAW sepakat bahwa tersedia literatur yang syahih dari Islam sendiri yang bisa dijadikan rujukan/sumber yaitu diantaranya hadits berikut.
Di dalam buku Shahih Bukhari bab Mab'ats an-Nabiyyi SAW, Imam Bukhari merincikan silsilah nasab Nabi Muhammad SAW sebagai berikut:
01. Muhammad SAW bin Abdullah,
02. bin Abdul Muththalib,
03. bin Hasyim,
04. bin Abdu Manaf,
05. bin Qusyai,
06. bin Kilab,
07. bin Murrah,
08. bin Ka'ab,
09. bin Luai,
10. bin Ghalib,
11. bin Fihr,
12. bin Malik,
13. bin Nadhr,
14. bin Kinanah,
15. bin Khuzaimah,
16. bin Mudrikah,
17. bin Ilyas,
18. bin Mudhar,
19. bin Nizar,
20. bin Ma'add bin Adnan.
Hadits berikut memberikan kepastian pada ummat Islam bahwa Nabi Muhammad SAW adalah keturunan terbaik dari Nabi Ibrahim AS:
Sesungguhnya Allah memilih Isma'il dari anak keturunan Ibrahim dan memilih Kinanah dari anak keturunan Ismail, dan memilih Quraisy dari bani Kinanah, dan memilih Hasyim dari suku Quraisy serta memilihku dari bani Hasyim.
Para ahli nasab/silsilah Rasulullah SAW menyebutkan bahwa ada 3 orang buyut Nabi SAW yg berhak menerima gelar Quraisy (yang berarti berdagang, berkumpul bersama atau menaklukan) ini:
1. Qusay sebagai Quraisy kecil
2. Fihr sebagai Quraisy menengah
3. Nadhr sebagai Quraisy besar.
Kesimpulan:
Nabi Muhammad SAW adalah generasi ke-20 dari Adnan, merupakan keturunan terbaik/terpilih dari bani Hasyim, suku Quraisy, Bani Kinanah, keturunan Nabi Ismail AS dan keturunan Nabi Ibrahim AS.
Bagi kita ummat Islam kapanpun Nabi Adam AS diturunkan ke bumi, berapapun umurnya hidup di bumi, berapapun jumlah generasi dan nama-namanya sampai dengan Adnan tidak menjadi masalah karena memang Tidak ada informasi yang syahih dari literatur Islam - meskipun bertentangan dengan Perjanjian Lama atau Torah dan/atau Perjanjian Baru atau Bible dan/atau Cerita Rakyat Bangsa Arab sekalipun.
Sebagai informasi tambahan bahwa berdasarkan penemuan Paleoanthropology, manusia modern (keturunan Adam AS) telah mendiami bumi sejak 160-180 ribu tahun SM yang lalu. Kita sebagai ummat Islam tidak menolak bukti-bukti ilmiah ilmu pengetahuan ini karena agama Islam percaya bahwa Ciptaan Allah dan Wahyu Allah tidak mungkin bertentangan, hanya saja pemahaman ummat Islam (manusia) terbatas dan terus berkembang terhadap ilmu pengetahuan tentang semua Ciptaan Allah sementara Wahyu Allah sudah pasti benar, sempurna (komplit) dan tidak bakal berubah sampai kiamat.
Semoga bermamfaat, wallahu a'lamu bishshawab.
--
Wassalam,
Aba Abdirrahim
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.