Setiap saat berjumpa atau masuk rumah atau masuk masdjid kita membaca salam "Assalamu 'alaikum wa rahmatu Allahi wa barakatuHu" (semoga diberikan keselamatan, dan rahmat Allah, dan berkahNya atasmu). Sering juga kita mendengar istilah 'ngalap berkah' atau mencari atau tabarruk, memperoleh atau mendapatkan berkah dari suatu perbuatan amal baik atau ibadah.
Barakah (بركة) secara bahasa berarti berkah, do'a, nasib baik, kesejahteraan, beruntung (terus menerus baik), berlimpah kebaikan, dan lain lain yang berhubungan dengan bertambahnya suatu nilai kebaikan. Adapun arti barakah menurut para ulama adalah mencakup salah satu atau gabungan beberapa atau semua definisi berikut:
1. Pemberian yang melebihi ukuran kebutuhan.
2. Suatu kebaikan yang banyak dan tetap.
3. Kebaikan yang banyak dan bagus yang tidak akan hilang.
4. Kebaikan yang diberikan oleh Allah kepada sebagian makhluknya.
5. Kebaikan yang berasal dari Allah yang selalu bertambah.
Secara syar'i, berkah berasal dari Allah dan hanya Allah Tabarak wa Ta'ala (maha berkah dan maha tinggi) satu-satunya yang bisa memberikan berkah baik kepada dan/atau melalui Al Qur'an (ayat-ayat Allah), Nabi dan/atau Rasul, Manusia, Benda, Tempat, Waktu dan lain - lain yang dikendakiNya. Allah menyebutkan bahwa hanya hamba2Nya yang beriman dan bertaqwa yang bisa mendapatkan berkah Allah.
Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya (QS 7:96).
Catatan pinggir bahwa umur Nabi dan ummat terdahulu jauh lebih panjang (dan mereka juga jauh lebih kuat) dari Nabi dan ummat Rasulullah SAW. Dengan demikian ummat Nabi terdahulu mempunyai kesempatan yang lebih lama untuk beribadah kepada Allah Tabarak wa Ta'ala. Kalau kita tidak memfaatkan barkah (menambah/berlipatnya kebaikan) dari Allah dalam setiap kesempatan ibadah (amal shalih), tentu kita akan merugi. Wallahu a'lam.
Ada puluhan ayat di dalam Al Qur'an dan juga banyak Hadits رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallama (SAW) yang mengabarkan keberkahan sesuatu dan menyuruh kita mencari/mengambil berkah dari Allah. Salah satu hadits Rasulullah SAW adalah perintah membaca/menyebarkan salam. Dengan menyebarkan salam berarti kita saling menyayangi, saling menyayangi sesama muslim adalah tanda orang beriman dan orang beriman kelak akan masuk surga. Dengan membaca salam maka berkah dari Allah (barakatuHu) buat yang membaca dan menjawab salam adalah saling sayang, menambah iman dan masuk surga. QS 24:61 dan HR Shahih Muslim No 81.
Jadi Allah Tabarak wa Ta'ala yang mempunyai berkah dan yang memberikan berkah. Jadi kalau ada yaang menganggap suatu 'benda' (bisa orang bisa tempat bisa waktu atau kesempatan) memberikan berkah (bukan dari Allah) maka orang tersebut tidak menggunakan akal fikiran nya dan telah berbuat syirik.
Apakah Allah menyuruh atau memerintahkan kita untuk mengambil berkah dari sesuatu yang diberkati Allah?
Mengambil berkah dalam istilah syar'i disebut tabarruk. Tabarruk ini menjadi topik polemik yang hangat dan ada yg pro atau kontra dengan amalan tabarruk.
Allah tidak memerintahkan secara langsung untuk melakukan tabarruk, seperti perintah dirikanlah shalat, bayarkan zakat, dll. Tapi Allah menceritakan kepada kita contoh tabarruk di dalam Al Qur'an. Tapi Rasulullah melakukan Tabarruk dan beliau juga menunjukkan/mengajarkan pada para sahabat bagaimana ber-tabarruk, bahkan Rasulullah tidak melarang para sahabat melakukan tabarruk.
Salah satu cerita dalam Al Qur'an adalah ber-tabarruk-nya bani Israil dengan tabut, yaitu kotak yang berisi peninggalan Nabi Musa AS dan Harun AS di dalam surat Al Baqarah ayat 246 - 252. Dengan adanya tabut maka kemenangan selalu di pihak mereka. Jalut pernah merebut tabut tersebut sehingga mereka kalah. Kembalinya tabut kepada mereka membuat hati mereka tentram, Thalut diangkat jadi raja dan mereka mengalahkan kembali Jalut dimana salah satu tentara Thalut adalah Nabi Daud AS yang mengalahkan Jalut.
Di ayat Al Baqarah 245 - 256 tersebut Allah memberkati tabut (benda) dan bani Israil mengambil mamfaat dari tabuk tersebut (tabarruk). Dalam Surat Al A'raf ayat 96 di atas sudah disebutkan bahwa ber-tabarruk syaratnya adalah beriman dan bertaqwa.
Pak Quraish Shihab dalam tafsirnya untuk ayat 7:96 tersebut menerangkan sbb:
Kalau saja penduduk negeri itu beriman kepada apa yang dibawa oleh para rasul, melakukan pesan- pesan mereka dan menjauhi larangan Allah, maka niscaya mereka akan Kami berikan sejumlah keberkahan dari langit dan bumi berupa hujan, tanaman, buah-buahan, binatang ternak, rezeki, rasa aman dan keselamatan dari segala macam bencana. Tetapi mereka ingkar dan mendustakan para rasul. Maka Kami timpakan kepada mereka hukuman ketika mereka sedang tidur, akibat kemusyrikan dan kemaksiatan yang mereka lakukan. Hukuman yang mereka terima itu adalah akibat perbuatan mereka yang jelek. Dan itu juga merupakan pelajaran bagi orang lain, jika mereka selalu menggunakan akal.
Contoh atau cerita lain adalah tabarruk pada sepertiga (sebagian) malam (waktu), Allah menyuruh shalat tahajud sebagai ibadah tambahan (QS 17:79).
Jelas berdasarkan Al Qur'an, hanya orang beriman dan bertaqwa yang bisa ngalap berkah atau ber-tabarruk (mengambil mamfaat dari suatu berlimpah kebaikan atau Barakah).
Dalam hadits juga banyak cerita mengenai tabarruk, salah satunya adalah HR Shahih Bukhari No 4629, Shahih Muslim No 4066 dll, dimana Nabi SAW ber-tabarruk dengan mu'awidzaat yaitu surat Al Falaq dan surat An Naas.
Nabi SAW ketika sakit membaca kedua surat tersebut sambil mengangkat dan mendekatkan kedua telapak tangan ke mulut beliau (meniup), habis itu mengusapkan kedua tangan kepada badan bagian yang sakit.
Aisyah RA menceritakan bahwa ketika Rasulullah SAW sakit parah, maka akulah yang membacakan mu'awidzaat pada tangan beliau, lalu mengusapkan dengan menggunakan kedua telapak tangannya guna mengharap keberkahannya (surat Al Falaq dan An Naas).
Dalam Hadits yang lain Rasulullah memberkati buah kurma yang mau dipakai membayar utang Sahabat yang syahid pada perang Uhud. Ahli waris mengambil barakah dari buah kurma yang telah diberkahi Allah melalui Rasulullah sehingga semua hutang lunas, kebun kurma nggak jadi lepas bahkan masih ada sisa buah kurma buat mereka.
Jabir bin 'Abdullah radliallahu 'anhuma berkata bahwa bapaknya meninggal sebagai syuhada dalam perang Uhud dan meninggalkan utang. Lalu orang-orang yang mempunyai piutang datang, mereka mendesak meminta pelunasan hak-hak mereka. Lalu aku tawarkan kepada para piutang untuk mengambil kurma miliknya sebanding dengan hutangnya namun mereka menolaknya dan menganggap bahwa hal itu belum cukup lunas.
Maka aku menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lalu aku berbicara dengan Beliau. Lalu Beliau meminta kepada mereka untuk mau menerima buah-kurma dari kebunku dan agar mereka membebaskan beban hutang bapakku. Namun mereka tidak mau dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak memberikan kebunku dan juga tidak membagi-bagikannya kepada mereka seraya berkata: Aku akan datang besok pagi kepadamu.
Maka Beliau datang kepada kami pagi-pagi, lalu Beliau mengelilingi pepohonan kurma dan berdo'a untuk keberkahan buah-buahnya. Maka aku dapatkan buah-buah kurma itu tumbuh banyak. Lalu aku memetik buah-buah kurma tersebut, aku lunasi hak-hak mereka dan masih ada tersisa untuk kami buah-buah kurma tersebut. HR Shahih Bukhari No 2220, 2411, 2510 dll.
Berikut kita bahas apa saja, dimana saja atau kapan berkah Allah bisa kita (yang beriman dan bertaqwa) mengambil mamfaatnya (tabarruk).
1. Allah menjadikan Al Qur'an kitab yang penuh berkah dan kalau kita ber-tabarruk dengan Al Qur'an kita akan mendapat pemahaman/pelajaran dan Rahmat Allah (QS 6:92, 155, 21:50, 38:29).
Dan Al-Quran itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat (6:155).
2. Allah memberikan berkah kepada para Nabi dan Rasul. Ummat Nabi atau Rasul tersebut dapat mengambil berkah Nabi dan RasulNya. Allah memberkati Nabi Ibrahim AS dan Ishaq AS (QS 37:113). Allah menjadi Isa AS menjadi berkah bagi sekitarnya dimanapun dia berada (QS 19:31).
dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup;
Allah memberkati Nabi Nuh AS dan Ummatnya (QS 11:47)
Difirmankan: "Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkatan dari Kami atasmu dan atas umat-umat (yang mukmin) dari orang-orang yang bersamamu. Dan ada (pula) umat-umat yang Kami beri kesenangan pada mereka (dalam kehidupan dunia), kemudian mereka akan ditimpa azab yang pedih dari Kami".
3. Allah memberkati orang2 tertentu.
Maka tatkala dia tiba di (tempat) api itu, diserulah dia: "Bahwa telah diberkati orang-orang yang berada di dekat api itu, dan orang-orang yang berada di sekitarnya. Dan Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam" (27:8).
Allah memberkati keluarga Nabi SAW:
Para malaikat itu berkata: "Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlulbait! Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah" (QS 11:73).
4. Allah memberkati beberapa negri atau tempat. Bahkan kalau kita ber-tabarruk dengan beribadah dan beramal shalih ditempat-tempat yg diberkati Allah, pahala atau hasanahnya berlipat ganda.
Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia (3:96).
Dalam HR Shahih Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa shalat di masdjid Rasulullah SAW 1000 x lebih utama dari shalat di masdjid lain kecuali masdjidil haram (baitullah). Di hadits lain disebutkan shalat di masdjidil haram seratus ribu kali lebih utama dari tempat lain.
Banyak negri atau tempat2 lain yang diberkati oleh Allah Tabarak wa Ta'ala seperti disebutkan dalam Al Qur'an seperti Masdjidil Aqsa (QS 17:1), bukit Tursina atau Sinai tempat Nabi Musa AS menerima wahyu dari Allah (QS 28:30), dan lain lain.
Bahkan jejak Siti Hajar bolak-balik mencari bantuan antara bukit safa dan marwa dijadikan syi'ar Allah dalam ibadah Hajji dan Umrah.
Sesungguhnya Shafaa dan Marwa adalah sebahagian dari syi'ar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau ber'umrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa'i antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui. (QS 2:158)
5. Allah memberkati waktu-waktu tertentu, dimana kalau orang beriman dan bertaqwa ber-tabarruk dengan ibadah dan amal shalih maka Allah mengganjarnya dengan berlipat ganda.
Contoh yang paling masyhur adalah malam atau lailatul qadhar, yaitu malam diturunkannya Al Qur'an, yang ber-tabarruk pada lailatul qadhar maka ganjarannya sama dengan melakukannya selama 1000 bulan.
sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan (QS 44:3).
6. Allah memberkati beberapa benda tertentu seperti pohon zaitun, gunung2 dan air hujan (QS 24:35, 41:10, 50:9).
7. Berkat dari peristiwa atau kejadian berhubungan dengan berkat2 lain yang sudah kita sebutkan sebelumnya.
Salah satu contoh adalah peristiw Maryam beribadah di mihrab masdjid (tempat yang diberkati Allah) dan memperoleh makanan berupa buah2an dari Allah, mengetahui kejadian tersebut Nabi Zakariya AS ber-tabarruk dengan memanjatkan do'a kepada Allah agar diberikan keturunan (meskipun istrinya mandul). Allah mengabulkan do'a Nabi Zakariya AS dengan seorang anak yang shalih yaitu Nabi Yahya AS (QS 3:37-41).
Banyak lagi berkah dari Allah terutama di dalam Hadits Rasulullah SAW terhadap Al Qur'an, para Nabi, Rasul, ummat/kaum dari Nabi/Rasul, orang2 shalih, tempat, waktu (bulan dan hari), benda2 dan peristiwa.
Jadi dapat kita simpulkan bahwa Allah memberikan berkah untuk orang beriman dan bertaqwa mengambil mamfaat darinya (tabarruk).
Tabarruk bukan untuk orang syirik atau kafir karena pada kenyataannya mereka sama sekali tidak menyembah (beribadah) kepada Allah (melainkan pada tuhan2 selain Allah Tabarak wa Ta'ala).
Alhamdulillah, mudah-mudahan bermamfaat. Kalau ada salah semua dati saya yang tidak luput dari salah. Dan semua kebenaran hanya milik Allah semata.
Wallahu a'lamu bishshawab.
--
Wassalam,
Aba Abdirrahim
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.