Sabtu, 12 November 2016

Kewajiban Membela Agama Allah

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.

بسمِ اللهِ الرّحمٰنِ الرّحيمِ

Alhamdulillahi Rabb al'aalamiina. Sungguh hanya kepada Allah SWT saja kita ucapkan puji dan syukur atas segala ni'mat yang senantiasa Allah limpahkan kepada kita semua. Salawat dan salam kepada tauladan yang mulia, Nabi dan Rasulullah Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wassalam (SAW) beserta keluarga, para sahabat RA, tabi'in, tabiut tabiahum dan kepada ummat Islam sepanjang masa dimanapun berada. Semoga kita semua istiqamah menegakkan agama Islam sampai akhir hayat nanti, aamiin yaa Rabb al'aalamiin.

Insyaa Allah hari ini kita bahas topik lain dan kita tinggalkan dulu sebentar kisah siirah Rasulullah SAW. Kali ini kita akan coba sharing topik yang lagi hangat di tanah air yaitu tentang kewajiban membela agama Allah, yaitu membela agama Islam. Kewajiban ini bukan saja kepada Ummat Islam tetapi juga pernah diwajibkan kepada ummat-ummat para Nabi sebelumnya, seperti kepada Ummat Nabi Isa AS yaitu kaum Nashara sebagaimana terdapat dalam Firman Allah Azza wa-Jalla berikut.

Firman Allah Subhanahu wa-Ta'ala dalam surat Ali Imran ayat 52. Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani lsrail) berkatalah dia: "Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?" Para hawariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab: "Kamilah penolong-penolong (agama) Allah, kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri." (QS 3:52)

Juga dalam surat As-Saff ayat 14, Allah memajibkan kepada Ummat Nabi Muhammad SAW  sebagaimana Allah telah mewajibkan kepada Ummat Nabi Isa AS membela agama Allah. "Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong (agama) Allah sebagaimana Isa ibnu Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: "Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?" Pengikut-pengikut yang setia itu berkata: "Kamilah penolong-penolong agama Allah", lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan lain kafir; maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang. (QS 61:14)"

Jadi kita sebagai Ummat Muslim lebih berkewajiban membela agama Allah dibandingkan Ummat para Nabi sebelumnya karena Nabi Muhammad SAW adalah Nabi terakhir (khataman nabiyin) yang diutus Allah Azza wa-Jalla kepada seluruh Ummat Manusia. Sementara Nabi Isa AS hanya diutus kepada kaumnya saja dan sudah diwajibkan membela agama Allah. Apalagi kita sebagai Ummat Nabi Muhmmad yang merupakan rahmatan lil'aalamiin, kewajiban membela agama Allah ini bukan karena fatwa ulama tetapi perintah Allah SWT.

Catatan pinggir bahwa ada sebagian orang yang berpendapat bahwa Allah dan  Agama Allah atau Kalamullah tidak perlu dibela karena Allah Maha Sempurna atas segalanya,  tentu tidak memerlukan bantuan hambaNya atau makhlukNya atau ciptaaNya. Mereka mengatakan Allah tidak butuh pembelaan manusia baik untuk membela Allah maupun membela Kalamullah atau Agama Allah atau Al-Qur'an. Apapun yang diperbuat orang atas Allah tidak akan mempengaruhi kemaha-anNya. Begitu juga dengan Al-Qur'an, sejak dulu Al-Qur'an tetap suci dan terjaga. Demikian juga dengan agama Islam, tidak perlu di bela, tapi cuma perlu diamalkan dan disampaikan hakikatnya.

Para ulama menyebutkan bahwa pembelaan kepada Agama Allah adalah bagian dari ibadah atau syariah Islam sedangkan kepercayaan kepada kemaha Sempurnaan Allah adalah bagian dari aqidah. Aqidah adalah merupakan keimanan seorang hamba yang menganut agama Islam, seperti beriman kepada Allah, kepada Rasululullah, kepada Al-Qur'an dan lain-lainnya. Sedangkan membela Allah, agama Allah, Kalamullah dan perintah Allah lainnya merupakan amal ibadah yang harus dilakukan seorang hamba yang menganut agama Islam. Jadi dua-duanya harus dimiliki oleh setiap orang yang mengaku beragama Islam.

Para ulama menyebutkan bahwa ketika kita ummat Islam membela Allah, membela kalam Allah (Al-Qur'an), membela agama Allah, memperjuangkan syariat agama Islam, serta membantu para pejuang yang memperjuangkan agama Islam, maka Allah akan menolong kita ummat Islam sebagaimana Firman Allah dalam surat Muhammad ayat ke-7. "Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu." (QS 47:7) Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya menjelaskan tentang ayat ini dengan ungkapan, "al-Jaza' jinsu al-'amal" yang terjemahannya adalah balasan itu sesuai dengan jenis amal yang diberikan. Artinya, ketika kita menolong Allah, Allah pasti akan menolong kita.

Selanjutnya para ulama menyebutkan bahwa sebagai konsekuensi orang-orang beriman (ummat Islam) menolong Allah (Agama Allah) pasti Allah menolong ummat Islam. Di dalam Al-Qur'an Allah menyebut orang-orang berimana sebagai Auliya Allah (penolong atau wali-wali Allah) seperti Firman Allah dalam surat Yunus ayat 62-63. "Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa." (QS 10:62-63)

Firman Allah di dalam surat Al-Baqarah ayat 275, Allah menjadi wali (pelindung atau penolong) dari orang-orang beriman. "Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya." (QS 2:257)

Allah Azza wa-Jalla menegaskan pertolongan Allah kepada orang-orang beriman dalam surat An-Nisa ayat 45 akhir, orang beriman atau Auliya Allah (para wali Allah) tidak memerlukan pertolongan dan perlindungan lain selain dari Allah. "Dan cukuplah Allah menjadi Pelindung (bagimu). Dan cukuplah Allah menjadi Penolong (bagimu)." (QS 4:45)

Para ulama menyebutkan bahwa Auliya Allah atau para wali Allah ini adalah Rasulullah SAW, para sahabat (Muhajirin maupun Anshar) RA, para tabiin, tabiut tabiahum, dan ummat Islam setelah mereka yang berjuang membela agama Allah. Allah menjanjikan kemenangan yang besar kepada ummat Islam yang membela agama Allah yaitu para wali Allah (Auliya Allah) sebagaimana yang disebutkan dalam Firman Allah dalam surat At-Taubah ayat ke-100. "Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar." (QS 9:100)

Sebelum kita tutup, Allah menyebut setan sebagai wali orang-orang kafir seperti Firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat ke-257 di atas. Dengan demikian orang-orang kafir disebut juga sebagai auliya setan. Firman Allah dalam surat Al-A'raf ayat 27 akhir, "Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman." (QS 7:27)

Jadi sudah jelas bahwa Allah, kalam Allah dan agama Allah harus dibela, dijaga dan dilindungi. Karena ini merupakan kewajiban kita sebagai ummat Islam atau Auliya Allah. Sebaliknya, siapapun yang membiarkan agama ini dinista, bahkan membela penistanya, maka mau atau tidak, sesungguhnya dia telah menjadi auliya setan. Firman Allah dalam surat An-Nisa ayat ke-47, "Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut (setan), sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah." (QS 4:76)

Demikian kita cukupkan sampaikan disini. Insyaa' Allah minggu depan akan kita lanjut lagi dengan episode lain dari siirah Rasulullah SAW. Kalau ada yang salah, itu semua berasal dari saya sebagai makhluk yang tidak luput dari salah, tolong dikoreksi semua kesalahan tersebut. Saya memohon ampun kepada Allah Azza wa Jalla atas semua kesalahan dan kekhilafan dalam tulisan ini. Semua yang benar berasal dan milik Allah yang Maha Mengetahui.

Maha suci Engkau yaa Allah, dan segala puji bagi-Mu. Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah. Saya bersaksi bahwa Muhammad SAW adalah utusan Allah. Saya mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu yaa Allah.

Semoga bermamfa'at, wallahu a'lamu bish-shawaabi.

Wassalam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.