Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.
بسمِ اللهِ الرّحمٰنِ الرّحيمِ
Alhamdulillahi Rabb al'aalamiina. Sungguh hanya kepada Allah SWT saja kita ucapkan puji dan syukur atas segala ni'mat yang senantiasa Allah limpahkan kepada kita semua. Salawat dan salam kepada tauladan yang mulia, Nabi dan Rasulullah Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wassalam (SAW) beserta keluarga, para sahabat RA, tabi'in, tabiut tabiahum dan kepada ummat Islam sepanjang masa dimanapun berada. Semoga kita semua istiqamah menegakkan agama Islam sampai akhir hayat nanti, aamiin yaa Rabb al'aalamiin.
Insyaa Allah hari ini akan kita lanjutkan membahas dan sharing tentang beberapa catatan penting penciptaan Nabi Adam AS bagian ke-3, yaitu 'dimana' Nabi Adam AS diciptakan. Sebelumnya sudah kita bahas mengenai materi atau dari apa Nabi Adam AS diciptakan dan bagaimana process penciptaan Nabi Adam AS sampai dengan Allah Azza wa Jalla meniupkan ruh-NYA kepada jazad atau badan bashar Nabi Adam AS.
Sebelum penciptaan Nabi Adam AS, seperti yang disebutkan dalam surat Al-Qarah ayat 30 bahwa Allah Azza wa Jalla telah memberitakannya kepada para Malaikat bahwa Allah SWT akan menciptakan Nabi Adam AS akan atau untuk menjadi wakil (khalifah) Allah di bumi. Di dalam surat Hud ayat 61 bahwa Allah SWT telah menciptakan kamu (manusia) dari bumi (ardhi), kemudian di dalam surat Nuh ayat 17 bahwa Allah Azza wa Jalla menciptakan manusia dari tanah (ardhi) yang sebaik-baiknya (nabaatan). Di dalam ayat 52 surat Taha bahwa Allah SWT telah menghamparkan bumi untuk manusia (keturunan Nabi Adam AS) dan pada ayat 55 diingatkan bahwa Allah SWT menciptakan Nabi Adam dari bumi dan kembali ke bumi. Jadi Nabi Adam AS berasal dari bumi, untuk menjadi khalifah bumi dan kembali ke bumi (ardhi).
Lantas dimana Nabi Adam AS diciptakan? Para mufasir berbeda pendapat tentang tentang ini, yaitu dimana Allah SWT menciptakan Nabi Adam AS. Ada tiga pendapat, pertama para ulama berpendapat bahwa Allah Azza wa Jalla menciptakan Nabi Adam AS di dunia (bumi), pendapat kedua menyatakan bahwa Nabi Adam AS diciptakan di langit (samawat), sedangkan pendapat terakhir bahwa Nabi Adam AS diciptakan di syurga (al-jannah).
Menurut pendapat pertama yang menyatakan bahwa Nabi Adam AS diciptakan di bumi, kemudian diangkat atau dimasukan ke syurga, ditiupkan ruh kemudian dikembalikan ke bumi sebagai khalifah. Pendapat ini berdasarkan arti tersirat dari surat Al-Baqarah ayat 30 yang telah disebutkan sebelumnya, yaitu firman Allah SWT kepada para Malaikat "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Kemudian para Malaikat berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Begitu juga dengan HR Sunan Abu Daud No. 4073, Musnad Ahmad No. 18761 dan lain-lain, Rasulullah SAW berkata bahwa Allah Azza wa Jalla mencipta Adam (AS) dari segenggam (tanah) yang Dia genggam dari seluruh bumi.
Menurut pendapat kedua bahwa Nabi Adam AS diciptakan di langit (samaai) dari material yang diambil dari bumi (ardhi), ditiupkan ruh-NYA dan para malaikat di langit (samaawaat jamak dari samaai) disuruh sujud, kemudian baru diperintahkan tinggal di surga (yang ada di langit tersebut) sebelum diturunkan ke dunia. Pendapat kedua ini berdasarkan surat Al-Baqarah ayat 33 - 35 dimana Allah SWT menyuruh Nabi Adam AS memberi tahu nama-nama benda kepada para Malaikat yang mendiami langit. Kemudian Allah SWT menyuruh para Malaikat yang ada di langit untuk sujud kepada Nabi Adam AS. Setelah itu Allah SWT menyuruh Nabi Adam AS mendiami syurga yang ada dilangit itu sebelum diturunkan ke bumi.
Menurut pendapat ini, syurga yang dimaksud adalah syurga yang ada di langit tersebut karena Nabi Adam AS dilarang mendekati sebuah pohon, dimana di dalan syurga yang ' sebenarnya' tidak ada larangan. Begitu juga mengenai pengertian langit, yang dimaksud langit disini bukanlah syurga dan syurga yang dimaksud juga bukan syurga 'sebenarnya', karena syurga (yang sebenarnya) luasnya sama dengan luas langit dan bumi seperti firman Allah SWT dalam surat Ali 'Imraan ayat 133. Sementara Allah SWT menciptakan 7 lapis langit (samaawaat jamak dari samaai - satu langit) seperti firmanNYA dalam surat Al-Baqarah ayat 29.
Di dalam hadits shahih Bukhari No. 336, shahih Muslim No. 237 dan lain-lain tentang mi'rajnya Nabi Muhammad SAW disebutkan bahwa Beliau SAW menjumpai beberapa orang Nabi di setiap lapis langit. Jadi Nabi SAW tidak menjumpai para Nabi tersebut di syurga (yang sebenarnya) tetapi di langit tersebut. Rasulullah SAW berkata: "…Ketika kami sampai pada langit dunia, maka Jibril berkata kepada malaikat penjaga langit dunia, 'Bukalah.' Dia menjawab, 'Siapa ini? ' Jibril menjawab, 'Ini Jibril.' Dia bertanya, 'Apakah ada seseorang bersamamu? ' Jibril menjawab, 'Ya. Aku bersama Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.' Dia bertanya, 'Apakah dia telah diutuskan? ' Jibril menjawab, 'Ya.' Lalu malaikat penjaga membukakan pintu. Beliau melanjutkan sabdanya: 'Ketika kami telah menaiki langit dunia, tiba-tiba ada seorang laki-laki dari sampingnya hitam dan samping kanannya juga hitam. Apabila dia melihat sebelah kanannya maka dia tertawa, dan apabila dia melihat sebelah kirinya maka dia menangis. Rasulullah melanjutkan: 'Laki-laki itu lalu berkata, 'Selamat datang wahai Nabi yang shalih dan putera yang shalih'. Aku bertanya, 'Siapa ini wahai Jibril? ' Jibril menjawab, 'Ini Adam shallallahu 'alaihi wasallam, dan ini al-Aswidah di sebalah kanannya, dan di sebelah kirinya Nasam para puteranya. Di sebelah kanan adalah penduduk surga, sedangkan al-Aswidah yang di sebelah kirinya adalah penduduk neraka, sehingga apabila dia menoleh ke sebelah kanan niscaya dia tertawa, dan apabila dia melihat ke sebelah kirinya niscaya dia menangis… "
Adapun pendapat ketiga yaitu merupakan jumhur (kesepakatan) para ulama bahwa Allah Azza wa Jalla menciptakan Nabi Adam AS di syurga (al-jannah) yang sebenarnya dan semua proses lainnya seperti ditiupkan Ruh-NYA, para malaikat bersujud dan Nabi Adam AS disuruh mendiami syurga, terjadi di tempat yang sama yaitu di syurga (al-jannah). Pendapat ini berdasarkan pengertiaan Al-Jannah (syurga) yang disebutkan dalam surat Al-Baqarah ayat 35, yaitu Allah SWT berfirman: "Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini,..". Dimana menurut pendapat ini bahwa penggunaan kata ma'rifat alif lam (ال) pada kata Al-Jannah (الجنّة) cuman memberikan arti syurga yang secara syar'i adalah Al-Jannah yang disediakan atau dijanjikan Allah SWT buat semua ummat Muslim - ummat para Nabi dan Rasul nanti di akhirat.
Sebelumnya sudah kita sebutkan bahwa sebelum meniupkan ruh kepada jasad atau badan (bashar) Nabi Adam AS, sebelum menjadi manusia – masih dalam berbentuk (masnun) Allah Azza wa Jalla belum menyempurnakan kejadian Adam AS dan iblis masih belum diusir dari syurga. Di dalam hadits shahih Muslim No. 4727, Musnad Ahmad No. 12081 dan lain-lain Rasulullah Shallallahu'alaihi wa Sallam bersabda: Setelah membentuk tubuh Adam alaihi salam, Allah Subhanahu wa Ta'ala pun membiarkannya di surga (Al-Jannah) sesuai dengan kehendak-Nya. Tak lama kemudian, iblis datang mengitari tubuh Adam sambil mengamati. Setelah mengetahui bahwasanya tubuh Adam itu mempunyai rongga, maka lblis pun mengerti bahwasanya Adam diciptakan dalam kondisi yang tidak dapat mengendalikan dirinya sendiri.
Di dalam hadits Muslim No. 288, Musnad Ahmad No. 2415 dan lain-lain mengenai kejadian pada saat hari kiamat. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Kelak di hari Akhir Allah Tabaraka wa Ta'ala akan mengumpulkan semua manusia. Lalu orang-orang mukmin bangkit, dan surga (Al-Jannah) telah didekatkan kepada mereka. Mereka mendatangi Nabi Adam seraya berkata, 'Wahai ayah kami, mohonkanlah agar pintu surga (Al-Jannah) segera dibukakan untuk kami.' Adam menjawab, '(Aku tidak pantas memintakan hal ini untuk kalian), bukankah yang mengeluarkan kalian adalah karena kesalahan bapak kalian dari surga (Al-Jannah) ini?
Sebelum kita tutup, sebagai catatan pinggir bahwa jannah (جنّة) bisa berarti kebun, taman atau syurga. Di dalam Al-Qur'an kata jannah (جنّة) diterjemahkan sebagai syurga jika menggunakan kata atau huruf ma'rifat alif lam (ال) sehingga menjadi Al-Jannah (الجنّة) atau kata Jannah di-ikuti oleh kata sifat atau khabar atau kata lain setelahnya seperti berikut:
· Al-Jannah yang bermakna syurga: QS 2:35, 82, 111, 214, 221, QS 3:142, 185, QS 4:124, QS 5:72 dan lai-lain (seluruhnya terdapat sebanyak 51 kali).
· Jannatu-Adnin yang bermakna Syurga Eden: QS 16:31, QS 18:31, QS 20:76, QS 19:61, QS 35):33, QS 38:50, QS 40:8.
· Jannatu-Naim yang bermakna Syurga penuh Nikmat: QS 22:56, QS 31:8, QS 37:43, QS 70:38, QS 10:9, QS 68:34, QS 82:13, QS 98:8.
· Jannatul-Khuldi yang bermakna Syurga Hidup Kekal: QS 25:15.
· Jannatul Makwa yang bermakna Syurga Penuh Tenteram: QS 53:15, QS 32:19, QS 79:41.
· Jannatul Firdaus yang bermakna Syurga Firdaus: QS 23:11.
Sedangkan kata jannah yang lain tidak diartikan sebagai syurga, seperti berikut:
· Jannah yang bermakna Kebun Tamar (Kurma): QS 2:266, QS 13:4, QS 23:19, QS 17:91.
· Jannah yang bermakna Kebun Anggur: QS 18:32, QS 2:266, QS 6:99, QS 23:19, QS 17:91.
· Jannah yang bermakna Kebun di Lereng Bukit: QS 2:265.
· Jannah yang bermakna Kebun: QS 26:134, QS 6:141, QS 18:33, 35, 39, 40.
· Jannah yang bermakna Taman: QS 44:26, QS 34:15-16.
Demikian kita cukupkan sampai disini dulu. Insyaa' Allah minggu depan akan kita lanjut dengan episode lain. Kalau ada yang salah, itu semua berasal dari saya sebagai makhluk yang tidak luput dari salah, tolong dikoreksi semua kesalahan tersebut. Saya memohon ampun kepada Allah Azza wa Jalla atas semua kesalahan dan kekhilafan dalam tulisan ini. Semua yang benar berasal dan milik Allah yang Maha Mengetahui.
Maha suci Engkau yaa Allah, dan segala puji bagi-Mu. Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Saya mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu yaa Allah.
Semoga bermamfa'at, wallahu a'lamu bish-shawaabi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.