Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.
بسمِ اللهِ الرّحمٰنِ الرّحيمِ
Alhamdulillahi Rabb al'aalamiina. Sungguh hanya kepada Allah SWT saja kita ucapkan puji dan syukur atas segala ni'mat yang senantiasa Allah limpahkan kepada kita semua. Salawat dan salam kepada tauladan yang mulia, Nabi dan Rasulullah Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wassalam (SAW) beserta keluarga, para sahabat RA, tabi'in, tabiut tabiahum dan kepada ummat Islam sepanjang masa dimanapun berada. Semoga kita semua istiqamah menegakkan agama Islam sampai akhir hayat nanti, aamiin yaa Rabb al'aalamiin.
Insyaa Allah hari ini akan kita lajutkan membahas dan sharing tentang beberapa catatan penting penciptaan Nabi Adam AS bagian ke-2. Sebelumnya sudah kita sebutkan bahwa Allah Azza wa Jalla menciptakan dengan tangan-NYA (biyadhi) Nabi Adam AS dari turaab (tanah kering) dan maai (air) yang diambil dari yang terbaik (nabatan) dari seluruh permukaan bumi (ardhi) dan mencampurnya menjadi thiin (tanah lempung). Kemudian saripati (sulaalatin) tanah lempung ini menjadi kering (shalshalin) yang dapat dibentuk (laazib) yang tadinya dari lumpur berwarna hitam (hamain), kemudian shalshalin ini berbentuk (masnun) seperti tembikar (fakhkhaar).
Sebelum meniupkan ruh kepada jasad atau badan (bashar) Nabi Adam AS, sebelum menjadi manusia – masih dalam berbentuk (masnun), jadi Allah Azza wa Jalla belum menyempurnakan kejadian Adam AS. Di dalam hadits shahih Muslim No. 4727, Musnad Ahmad No. 12081 dan lain-lain Rasulullah Shallallahu'alaihi wa Sallam bersabda: Tatkala Allah mencipta Adam, Dia meninggalkannya dengan sekehendak-Nya, iblis kemudian datang mengitarinya seraya mengamatinya, dan ketika ia melihat bahwa Adam adalah makhluk yang memiliki rongga ia mengerti bahwa Adam adalah makhluk yang tidak bisa mengendalikan diri.
Ini merupakan kesombongan iblis, bahwa Adam tidak sempurna, mencela atau menghina ciptaan Allah Azza wa Jalla. Para mufasir menyebutkan bahwa iblis wajib keluar dari rahmat Allah karena menetapkan bahwa Adam memiliki berbagai kekurangan, ia menghinanya dan menyombongkan diri atas Adam AS. Makanya ketika kemudian (setelah ditiupkan ruh) disuruh sujud kepada Adam AS, iblis menentang perintah Allah Azza wa Jalla dengan mengatakan dia lebih baik dari Adam AS.
Di dalam surat Al-Hijir ayat 28 sampai dengan 31 berikut: Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering/shalshalin (yang berasal) dari lumpur hitam (hamain) yang diberi bentuk (masnun). Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniup kan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu (para Malaikat) kepadanya dengan bersujud". Maka bersujudlah para malaikat itu semuanya bersama-sama, kecuali iblis. Ia enggan ikut besama-sama (malaikat) yang sujud itu (QS 15:28-31).
Jadi Allah Azza wa Jalla telah menciptakan Adam AS yang dimulai dari tanah (thurab) dan merupakan sebaik-sebaiknya ciptaan, kemudian Allah menyempurnakan dengan meniupkan ke dalamnya Ruh-NYA. Di dalam surat Ali Imran ayat 59 Allah berfirman: Allah menciptakan Adam (yang berasal) dari tanah (turaab), kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia (QS 3:59).
Ibnu Katsir menyebutkan bahwa ketika Ruh ditiupkan, Ruh masuk melalui atau dari kepala, pertama kali masuk ke penglihatan (mata) dan penciuman (hidung). Dalam
hadits riwayat sunan Tirmidzi No. 3290 bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Tatkala Allah menciptakan Adam dan meniupkan ruh padanya maka ia bersin, lalu mengucapkan al hamdulillah. Ia memuji Allah dengan seizinNya. Kemudian Tuhannya mengucapkan; yarhamukallah.
Berdasarkan ayat-ayat Al-Qur'an dan beberapa Hadits Rasulullah SAW, para ulama menyebutkan bahwa penciptaan Adam AS mempunyai beberapa kemuliaan sebagai berikut:
1. Adam AS adalah makhluk yang diciptakan dengan kedua tangan-NYA. Firman Allah Azza wa Jalla dalam surat Shad ayat 75: Allah berfirman: "Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?" (QS 38:75).
2. Allah Azza wa Jalla meniupkan Ruh-NYA kepada badan (bashar) Adam AS. Firman Allah SWT dalam surat Shad ayat 72: Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya ruh (ciptaan)Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya (QS 38:72).
3. Allah Azza wa Jalla memerintahkan Malaikat untuk sujud kepada Adam AS. Firman Allah SWT dalam surat Al-Baqarah ayat 34: Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir (QS 2:34).
4. Allah SWT mengajarkan Adam AS seluruh nama-nama: Firman Allah Azza wa Jalla dalam surat Al-Baqarah ayat ke-31: Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!" (QS 2:31).
Demikian kita cukupkan sampai disini dulu. Insyaa' Allah minggu depan akan kita lanjut dengan episode ke-3 tentang penciptaan Nabi Adam AS ini. Kalau ada yang salah, itu semua berasal dari saya sebagai makhluk yang tidak luput dari salah, tolong dikoreksi semua kesalahan tersebut. Saya memohon ampun kepada Allah Azza wa Jalla atas semua kesalahan dan kekhilafan dalam tulisan ini. Semua yang benar berasal dan milik Allah yang Maha Mengetahui.
Maha suci Engkau yaa Allah, dan segala puji bagi-Mu. Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad utusan Allah. Saya mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu yaa Allah.
Semoga bermamfa'at, wallahu a'lamu bish-shawaabi.
--
Wassalam,
Aba Abdirrahim
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.