Sabtu, 11 Juni 2016

Catatan Tentang Penciptaan Nabi Adam AS - Bagian ke-1

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.

بسمِ اللهِ الرّحمٰنِ الرّحيمِ

Alhamdulillahi Rabb al'aalamiina. Sungguh hanya kepada Allah SWT saja kita ucapkan puji dan syukur atas segala ni'mat yang senantiasa Allah limpahkan kepada kita semua. Salawat dan salam kepada tauladan yang mulia, Nabi dan Rasulullah Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wassalam (SAW) beserta keluarga, para sahabat RA, tabi'in, tabiut tabiahum dan kepada ummat Islam sepanjang masa dimanapun berada. Semoga kita semua istiqamah menegakkan agama Islam sampai akhir hayat nanti, aamiin yaa Rabb al'aalamiin.

Insyaa Allah hari ini akan kita bahas dan sharing beberapa catatan penting tentang penciptaan Nabi Adam AS. Sebagaimana kita - ummat Islam – yakini bahwa Nabi Adam Alaihi Salam adalah manusia pertama yang diciptakan Allah SWT, seperti Firman Allah dalam surat An-Nisa ayat-1 berikut: Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu (QS 4:1).

Pada saat membahas silsilah Nabi Muhammad SAW sebelumnya bahwa Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia. Ketika Allah menciptakan Adam, Hawa juga dicipta dari tulang rusuknya yang pendek. Kemudian Allah mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka. Termasuk semua Nabi dan/atau Rasul, kita ummat Manusia yang beragam bahasa dan ras baik yang telah tiada, sekarang maupun yang akan datang, semuanya sama yaitu anak-anak keturunan Nabi Adam AS. Insyaa Alah kita akan bahas process penciptaan Nabi Adam AS ini berdasarkan Al-Qur'an Hadits.

Di dalam tafsirnya Ibnu Katsir menyebutkan bahwah Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabarkan kepada para malaikat maksud penciptaan Nabi Adam AS dan keturunnya dengan berbicara langsung kepada mereka untuk menarik perhatian mereka dan juga sekaligus merupakan ujian kepada malaikat. Khabar ini merupakan berita luar biasa yang belum pernah ada sebelum kejadiaan Nabi Adam AS. Firman Allah SWT: Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui". (QS 2:30)

Sebelumnya mari kita lihat dulu arti dari huruf Adam yang berasal dari akar kata adama (أدم)  yaitu kata kerja fi'il madhi bentuk ke-4 yang mempunyai arti "dia telah mencampur atau menggabungkan semua". Kalau kita perhatikan manusia, tidak ada yang sama baik warna kulit maupun bentuk, meskipun kembar tetap ada perbedaannya. Di dalam surat Ar-Ruum Allah SWT berfirman: Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikan itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui (QS 30:22).

Jadi Allah SWT menciptakan manusia. Lantas dari apa Allah SWT menciptakannya, bagaimana dan dimana? Di dalam tafsir ibnu Katsir disebutkan bahwa sebelum penciptaan Adam AS, Allah SWT terlebih dahulu (dalam pandangan manusia sebagai makhluk) menciptakan langit dan bumi, sebagaimana dalam FirmanNya dalamsurat Al-A'raf: Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam (QS 7:54).

Di dalam beberapa hadits disebutkan Rasulullah SAW berkata bahwa Allah Azza wa Jalla mencipta Adam (AS) dari segenggam (tanah) yang Dia genggam dari seluruh bumi. Maka anak keturunan Adam (AS) sesuai dengan tanah, ada yang berkulit putih, merah, hitam atau berkulit antara warna-warna itu. Kemudian ada yang bersifat mudah, sedih dan antara dua sifat itu. Dan ada juga yang buruk, baik, dan ada yang sifatnya campuran diantara kedua hal itu (HR Sunan Abu Daud No. 4073, Musnad Ahmad No. 18761 dan lain-lain).

Firman Allah SWT dalam surat Hud ayat 61 bahwa Allah SWT telah menciptakan kamu dari bumi (ardhi), kemudian di dalam surat Nuh ayat 17 bahwa  Allah Azza wa Jalla menciptakan manusia dari tanah (ardhi) yang sebaik-baiknya (nabaatan). Jadi berdasarkan hadits di atas dan kedua ayat Al-Quran ini bahwa Allah Azza wa Jalla telah menciptakan manusia dari bumi atau tanah, yaitu materialnya di ambil dari tanah (ardhi) yaitu dari tiap-tiap tanah terbaik dari seluruh penjuru bumi dengan berbagai warnanya dan shifatnya. Lantas tanah atau material apa dari bumi tersebut yang diambil Allah SWT untuk menciptakan Adam AS?

Pada ayat 54 surat Al-A'raf di atas para mufasir menerjemahkan kata ardhi (أرض) sebagai bumi. Tapi dalam ayat-ayat yang berhubungan dengan penciptaan manusia (Adam AS) para mufasir menerjemahkannya sebagai tanah atau permukaan bumi atau lapisan teratas/terluar dari bumi atau dalam ilmu alam disebut sebagai kerak bumi. Pada lapisan bumi material utama adalah pasir (sand) dan air. Jadi material utama dan terbaik apakah dalam penciptaan Adam AS yang diambil dari seluruh permukaan bumi tersebut?

Yang pertama adalah Turaab (تراب) yaitu tanah kering atau pasir atau sand seperti Firman Allah Azza wa Jalla dalam surat Ar-Rum: Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan kamu dari tanah (turaab), kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembang biak (QS 30:20).  

Yang kedua adalah Maai (مآءِ) atau air sebagaimana Firman Allah Azza wa Jalla dalam surat Al-Furqan: Dan Dia (pula) yang menciptakan manusia dari air lalu dia jadikan manusia itu (punya) keturunan dan mushaharah dan adalah Tuhanmu Maha Kuasa (QS 25:54).

Kedua komponen itulah Allah Azza wa Jalla menerangkan dalam Al-Quran menciptakan Adam AS. Kemudian kedua komponen tersebut Allah membentuk menjadi thiin (طين) atau tanah liat atau lumpur yaitu campuran turaab (تراب) atau tanah kering dan maai (مآء) atau air. Di dalam surat Al-A'raf ayat 11, Allah SWT berfirman: Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat: "Bersujudlah kamu kepada Adam", maka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud (QS 7:11).

Para mufasir menyebutkan bahwa kata khalaqnaakum (حلقنٰكم) = kami menciptakan kamu (Adam AS), adalah Allah sendiri sebagai pelaku yang menciptakan Adam AS dari unsur atau material turaab (tanah kering) dan maai (air) dengan cara membentuk atau mencampurnya. Dalam hadits shahih Bukhari No. 3092, shahih Muslim N0. 287 dan lain-lain bahwa Rasulullah SAW bersabda: " ... Pada hari kiamat, Allah mengumpulkan seluruh manusia ... Lalu mereka mendatanginya (Nabi Adam AS) dan berkata, 'Wahai Adam! Engkau adalah bapaknya seluruh manusia, Allah menciptakanmu dengan tangan-Nya dan meniupkan dari ruh-Nya kepadamu, serta memerintahkan para malaikat lalu mereka sujud padamu dan Allah juga menempatkanmu di surga, ... "

Jadi proses penciptaan Adam AS dari turaab (tanah kering) dan maai (air) menjadi thiin (tanah liat). Thiin (tanah liat atau lempung atau clay) yang dimaksud disini adalah sulaalatin (سلالة) atau saripati dari thiin sendiri. Dalam surat Al-Mu'minun ayat 12, Allah SWT berfirman: Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati/sulaalatin (berasal) dari tanah (QS 23:12).

Dari proses pembentukan saripati (sulaalatin) tanah lempung (thiin) berangsur/angsur menjadi tanah liat laazib (لازب) yang bisa dibentuk. Hal ini diterangkan dalam surat Ash-Shaafaat ayat 11: Maka tanyakanlah kepada mereka (musyrik Mekah): "Apakah mereka yang lebih kukuh kejadiannya ataukah apa yang telah Kami ciptakan itu?" Sesungguhnya Kami telah menciptakan mereka dari tanah liat (laazib) (QS 37:11).

Kemudian Allah Azza Wa Jalla membentuk tanah liat yang bisa dibentuk (laazib) dan berwana hitam yang disebut hamain (حمإٍ) menjadi tanah liat yang kering atau disebut shalshaalin (صلصٰلٍ). Allah SWT berfirman dalam surat Al-Hijir ayat 26: Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk (QS 15:26).

Di dalam surat Al-Rahman ayat 14, Allah SWT menyebutkan bahwa shalshaalin atau tanah liat kering dari lumpur hitam (hamain) dan bisa dibentuk (laziib) ini keras seperti tembikhar atau keramik atau fakhkhar (فخّر): Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar (QS 55:14).

Catatan pinggir bahwa dari komponen tanah kering (thuraab) dan air (maai) menjadi tanah lempung (thiin) juga bisa dibentuk batu-batuan (hijaratun jamak dari hajar=batu). Allah Azza wa Jalla berfirman dalam surat Adz-Dzariyat ayat 33: agar kami timpakan kepada mereka batu-batu (hijaratun) dari tanah (thiin) (QS 51:33).

Demikian kita cukupkan sampai disini dulu. Insyaa' Allah minggu depan akan kita lanjut dengan episode ke-2 tentang penciptaan Nabi Adam AS ini. Kalau ada yang salah, itu semua berasal dari saya sebagai makhluk yang tidak luput dari salah, tolong dikoreksi semua kesalahan tersebut. Saya memohon ampun kepada Allah Azza wa Jalla atas semua kesalahan dan kekhilafan dalam tulisan ini. Semua yang benar berasal dan milik Allah yang Maha Mengetahui.

Maha suci Engkau yaa Allah, dan segala puji bagi-Mu. Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad utusan Allah. Saya mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu yaa Allah.

Semoga bermamfa'at, wallahu a'lamu bish-shawaabi.


Wassalam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.